Kamis, 25 Desember 2008

halogen

1. HALOGEN

HALOGEN

Halogen meliputi : F2, cl2, Br2, dan I2. Dalam sistem periodik, unsur-unsur ini disebut golongan VII A. Konfigurasi elektron terluar dari masing-masing atom unsur ini adalah ns2 np5. Untuk mencapai keadaan stabil (struktur elektron gas mulia), maka atom-atom ini cenderung menerima satu elektron dari atom lain atau dengan menggunakan pasangan elektron secara bersama hingga membentuk ikatan kovalen. Unsur-unsur halogen termasuk golongan unsur non logam yang paling reaktif.

Sifat-sifat Fisika Halogen

Semua unsur halogen ada dalam bentuk molekul diatomik, yang dalam wujud gas berwarna F2 pucat, cl2 hijau kuning, B r2 merah coklat dan I2 ungu hitam.

Sifat-sifat Kimia Halogen

1. Semua unsur halogen dapat membentuk senyawa dengan penarikan satu elektron dari luar, maupun secara kovalen.

2. Umumnya unsur-unsur halogen memiliki tingkat oksidasi -1, namun demikian halogen dapat pula memiliki tingkat oksidasi +1, +3, +5 dan +7, kecuali flour.

3. Semua unsur halogen merupakan oksidator yang sangat kuat. Kekuatan oksidator ini berkurang dari fluor ke iodium.

4. Semua unsur halogen dapat bereaksi dengan semua unsur logam dan beberapa unsur non logam. Fluor merupakan unsur yang paling reaktif dan kereaktifannya berkurang untuk unsur-unsur halogen yang lain sesuai dengan kenaikan nomor atom.

5. Semua unsur halogen dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk asam halida (HX).

6. Kecuali fluor, semua unsur halogen dapat membentuk asam aksi dengan rumus HXO, HXO2, HXO3 dan HXO4 yang disebut sebagai asam hipohalit, asam halit, asam halat, dan asam perhalat.

7. Unsur-unsur halogen dapat pula bergabung dengan sesama unsur halogen membenuk senyawa antar halogen. Senyawa-senyawa ini dapat dibedakan kedalam empat kelompok senyawa itu;

a. Kelompok AX, contoh : ClF, BrCl, ICl

b. Kelompok AX3, contoh : clF3, BrF3, IF3

c. Kelompok AX5, contoh : BrF5, IF5

d. Kelompok AX7, contoh : IF7

Senyawa-senyawa tersebut dapat terbentuk melalui kombinasi langsung dari unsur-unsurnya.

Keberadaan Halogen di Alam

Halogen tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, karena sangat reaktif. Unsur-unsur ini terdapat di alam sebagai senyawa. Klor terdapat dalam air laut sebagai Nacl. Flour dalam flourit (Ca F2) dan Kriolit (Na3 AlF6). Brom terdapat sebagai garam-garam natrium dan magnesium. Iodium terdapat dialam dalam bentuk senyawa iodat dan iodida dalam lumut-lumut laut.

Pembuatan Halogen

Halogen dapat dibuat melalui reaksi antara mangan (IV) oksida atau kalium permanganat dengan asam klorida, asam bromida atau asam iodida.

Reaksinya :

MnO2 + AHX ® Mn X2 + X2 + 2H2O.

2KMnO4 + 16 HX ® 2 Mn X2 + 2 KX + 5X2 + 8H2O

Fluor (F)

Beberapa mineral penting untuk F yaitu

- CaF2 ® fhuspat

CaF2 3Ca3 (PO4)2 garam rangkapnya adl

Ca5 (PO4)3 (F) ® Fluoroapatik

Fluor biasanya dibuat dari K2 Mn F6, bisa juga dengan elektrolisis dan yang lebih praktis adalah dengan menggunakan K2 Mn F6 yang reaksinya sebagai berikut :

K2 Mn F6 + 2 Sb F6 ® 2 KSb F6 + Mn F3 + F2

Cara membuat K2 Mn F6 adalah dengan menggunakan KMn O4 reaksinya adalah sebagai berikut :

KMn O4 + 2KF + 10HF + 3H2 O2 ® 2K2 Mn F6

8 H2o + 3 O2

Cara membuat Sb F5 adalah dengan SbCl5 + 5 HF ® SbF5 + 5Hcl

Khlor (cl)

Cara memproduksi cl

1. Elektrolisa

Membuat Cl2 lebih banyak menggunakan elektrolisa Nacl. Elektrolisa 2Nacl + 2H2O ® 2NaOH + H2 + Cl2

2. Cara Dekon yaitu : mereaksikan Hcl dengan oksigen 2HCl + O2 ® Cl2 + H2O

3. Cara Weldon

Cara ini merupakan cara/proses yang di terapkan dalam laboratorium. Mn + HCl ® cl + MnCl2 + H2O2


4. Dengan mereaksikan KMnO4 dengan HCl

2KMnO4 +16Hcl ® 5Cl + 2Mn Cl2 + 2 KCl + 8H2O

Brom (Br)

Br2 dibuat dengan HBr + H2SO4 ® Br2 + SO2 + H2O. Brom terdapat sebagai bromida, dalam jumlah yang jauh lebih kecil bersama klorida. Brom juga dapat di peroleh dari air laut melalui reaksi.:

2Br - + Cl2 2Cl- + Br2

Brom adalah cairan kental, mudah bergerak, berwarna merah tua pada suhu kamar. Ia melarut dalam air & dapat bercampur dengan pelarut non polar seperti CS2 dan CCla.

Yod (I)

Iod terdapat sebagai ioda dalam air laut, dan sebagai iodat dalam garam chili (guano). Iod adalah padatan hitam dengan sedikit kilap logam. Ia menyublim tanpa meleleh pada tekanan atmosfer. I2 dapat dibuat dengan mereaksikan iodat (HIO3) dengan HI.

HIO3 + H2SO4 ® Hl + SO2 + H2O

Dengan mereaksikan : HIO3 + 3SO2 + H2O ® Hl + 3H2SO4 dengan 5Hl + HlO3 ® 3I2 + 3H2O

I. HIO3 + SO2 + 3H2O ® HI + 3H2SO4 (kali 5)

II. 5HI + HlO3 ® 3I 2 + 3H2O


I. 5HlO3 + 15SO2 + 15H2O ® 5HI + 15H2SO4

II. 5HI + HlO3 ® 3I2 + 3H2O

6HIO3 + 15SO2 + 12H2O ® 3 I2 + 15 H2 O4 dibagi 3

2HIO3 + 5SO2 + 4H2O ® I2 + H2SO4

I2 susah larut dalam air, sehingga untuk menggunakan I2 maka di larutkan dalam KI.

KI (aq) + I2 (5) ®I3- (aQ) + K+ (aQ)

KI inilah yang menyebabkan I2 larut. Ion I3- ini dikenal dengan ion polihalogenida.

Asam Halida

HCl, HF, HBr, HI dan seterusnya merupakan asam ini tidak berwarna dan berbau sangat menyengat.

HF memiliki kekuatan asam yang paling kuat dan HI kekuatan asamnya paling lemah. HF dapat menghancurkan segala benda keras termasuk manusia urutan kekuatan asam halida adalah HF << HCl < HBr< Hl

Senyawa asam oksi

Biloks

Cl

Br

I

+1

HCl O (asam hipoklorit)

HBr O

HI O

+3

HClO2 (asam klorit)

-

-

+5

HClO3 (asam klorat)

HBrO3

HIO3

+7

HClO4 (asam per klorat)

HBrO4

HIO4

Makin banyak Onya maka makin kuat asamnya, begitu pula oksidanya.

Oksida – Oksida yang ada di alam

Cl2O3, ClO2, Cl2O4, Cl2O6, Cl2O7, Br2O, BrO, Br2O2, Br2, Br2O5, I2O4, IO2, I4O5, I4O12.

Oksida – Oksida tersebut berperan dalam kerusakan ozon terutama radikal ClO

O3 O2 + O

O2 + O O3

Cl + O3 ® ClO + O2

Cl O + O3 ® Cl + 2O2

Pembuatan Halida Anhidrat

1. Interaksi langsung unsur-unsur dengan halogen

Fluorinasi langsung biasanya menghasilkan fluorida dalam keadaan oksidasi lebih tinggi. Kebanyakan logam dan non logam bereaksi sangat kuat dengan F2 : dengan non logam seperti P4, reaksinya bisa meledak.


2. Dehidrasi dari halida terhidrat

Pelarutan logam, oksida atau karbonat dalam larutan asam halogen yang diikuti oleh penguapan atau pengkristalan memberikan halida terhidrat. Zat-zat ini dapat didehidrasi dengan pemanasan dalam vakum, namun ini sering menjurus kepada hasil tidak murni/oksohalida.

3. Perlakuan oksida dengan senyawaan halogen lain

NiO + ClF3 ® NiF2

UO3 + CCl3 = CCl = CCl2 UCl4

Pr2O3 + 6 NHa (lc5) 3 PrCl3 + 3 H2O + GNH3

Sc2O3 + CCl4 ScCl3

4. Pertukaran halogen

Banyak halida bereaksi baik dengan halogen unsur, asamnya, atau halida yang larut atau halida lain yang berlebih sedemikian hingga satu halogen ditukar oleh yang lain. Pertukaran halogen istimewa pentingnya bagi sintesis fluorida dari florida dengan menggunakan berbagai flourida logam.

Halida Nolekular

Unsur elektro negatif & logam dalam tingkat oksidasi tinggi membentuk halida molekular. Zat ini adalah gas, cairan atau padatan yang mudah menguap dibuat dengan mengalirkan F2 keatas es dan mengumpulkannya dalam jebakan. Ia bereaksi secara cepat dalam air. Mereka hanya dikenal dalam larutan dari interaksi halogen dan air raksa oksida :

2X2 +2Hg0 ® Hg0 . HgX2 + 2H0X

Asam hipohalit adalah asam sangat lemah tetapi zat pengoksidasi, apalagi dalam larutan asam. Pada dasarnya ion hipohalit dapat dihasilkan dengan melarutkan halogen dalam basa menurut reaksi umum : X2 + 2OH- ® X0- + H20. Asam Halit, satu-satunya asam yag pasti adalah asam klorit HCI02. Zat ini diperoleh dalam larutan air dengan memperlakukan suspensi barium klorit dengan H2S0N, lalu menyaring BaS0N nya . Asam halat adalah asam kuat dan zat pengoksidasi kuat, asam 10 dat adalah HIO3, padatan putih stabil yang diperoleh dengan mengoksidasi I2 dengan HNO3 pekat, H2O2 dan sebagainya.

Senyawa Antar Halogen

Klor trifluorida adalah cairan ( titik didih 11,8o) yang tersedia secara komersial dalam tangki. Ia dibuat dengan penggabungan langsung pada 200 sampai 300.

Brom trifluorida, cairan merah (titik didih 126o) juga terbuat melalui interaksi langsung.

Ion antar halogen, mereka bisa berupa kation maupun onion. Halogen fluorida bereaksi dengan aseptor ion fluoride bereaksi dengan aseptor ion fluorida :

Misalnya : 2 CIF + A5 F6 = FCI2 + A5 F6 – atau dengan donor ion fluorida :

1F5 + C5F = C5 + 1F6

Fluorida molekular dari logam dan non logam keduanya biasanya berupa gas/cairan mudah menguap. Sifat yang sedikit umum dari halida molekular adalah kemudahannya terhidrolisis. Dalam hal sifat kovalen maksimum tercapai, seperti dalam CCla atau SF6, halidanya bisa cukup inert terhadap air. Jadi bagi CF4 tetapan kesetimbangan bagi reaksi.

CF4 (g) r 2H2O (l) = CO2 (g) + 4HF (g) adalah kira-kira 1023

Oksida Halogen

Oksida fluorida, diperoleh sebagai gas kuning pucat pada pengaliran gas F2 secara cepat melalui NaOH 2% O2F2 adalah padatan kuning-jingga di buat oleh aksi loncatan listrik pada campuran F2-O2; O2F2 adalah pengoksidasi yang sangat potensial dan zat pengfluorinasi klor oksida reaktif, tidak stabil, dan cenderung meledak oksidanya, ClO2 adalah pengoksidasi yang kuat dan digunakan secara komersial setelah diencerkan dengan udara, misalnya untuk memulihkan bubur, reaksinya ; 2 NaClO3 + SO2 + H2SO4 = 2ClO2 + 2NaHSO4 ion pentoksida di buat dengan memanaskan asam iodat dimana ia merupakan hidratnya.

2 HlO3 l2O5 + H2O

cepat

Asam Okso

Asam hipohalit gas FOH yang tidak berwarna dan sangat tak stabil ion triodida yang kuning pucat terbentuk dengan melarutkan I dalam larutan aqua Kl. Bagi klor, ionnya hanya terbentuk dalam larutan pekat.

Cl (aQ) + Cl2 ® Cl3 (aQ) K 0,2

¬

Hantaran elektrik dari lelehan I2 dianggap bertalian dengan pengionan diri

3I 2 Û I3 + + I3 -

Senyawaan Organik Fluor

1. Penggantian klor dengan menggunakan hidrogen fluorida.

2. Penggantian hidrogen oleh fluor secara elektrolitik.

3. Penggantian langsung hidrogen oleh fluor, fluorinasi dari banyak senyawaan adalah mungkin seperti berikut :

a) Fluorinasi katalik

b) Reaksi substrat

c) Fluorida anorganik

4. Dengan cara lain, zat pengfluorinasi yang selektif dan berguna bagi senyawaan oksigen adalah S’ F-1 misalnya, keton RR’ CO bisa diubah menjadi RR’CF2 dan gugus karbosilat – COOH menjadi –C F3

2 komentar: